Allah SWT berfirman dalam Al Quran:
“Dan Tuhanmu berkata, berdoalah kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan bagimu (permintaan) itu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri, tidak mau beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina.” (Al-Mukmin: 60)
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah, bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)
Secara umum ada 4 perkara yang harus diperhatikan berkaitan dengan adab berdoa menurut Al-Quran dan Hadis:
Faktor yang menghalang terkabulnya doa
- Doa tersebut tidak disenangi oleh Allah SWT kerana mengandungi maksiat dan permusuhan di dalamnya.
- Hati yang lemah dan tidak menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT ketika seseorang berdoa.
- Memakan makanan yang haram, berbuat kezaliman dan maksiat sehingga dosa-dosa itu menutupi hati mereka.
- Berlebihan dalam berdoa, berteriak serta meratap dengan keras.
- Berdoa memohon keburukan bagi diri, keluarga dan harta.
Syarat-syarat Terkabulnya Doa
- Makan makanan yang halal dan baik
- Tidak terburu-buru minta dikabulkan.
- Tidak riya’
- Berdoa bukan menyangkut dosa dan memutuskan tali silaturrahim.
- Berprasangka baik kepada Allah SWT.
Adab Dalam Berdoa
- Dianjurkan berwudhu terlebih dahulu.
- Menghadap kiblat
- Mengangkat kedua tangannyya ketika berdoa dan mengusapkan wajahnya ketika selesai berdoa.
- Diawali dengan mengucapkan hamdalah dan salawat.
- Khusyuk, merendahkan diri di hadapan Allah SWT dan dengan suara yang lembut.
- Dinyatakan sendiri (secara langsung), yakin akan dikabulkan dan penuh konsentrasi (tidak lalai)
- Mengulang-ulangi doanya sebanyak tiga kali
- Berdoa dengan menggunakan Asmaulhusna
- Mengakhiri doanya dengan salawat kepada Nabi SAW.
Waktu-Waktu dan Keadaan Dikabulkan Doa
A) Waktu
- Waktu antara azan dan iqamat
- Waktu sesudah solat-solat fardhu
- Pada waktu sepertiga malam yang akhir
- Pada malam lailatul qadar
- Pada bulan Ramadhan
- Pada malam/hari Jumaat
- Waktu imam naik ke atas mimbar pada hari Jumaat sampai selesai solat
- Pada Hari Arafah bagi yang menunaikan ibadah Haji
- Setelah melempar Jumrah
- Di waktu lapang
B) Keadaan
- Ketika sujud
- Ketika terbangun malam hari seraya mengucapkan kalimat tauhid
- Ketika berpuasa
- Ketika musafir
- Ketika dizalimi
- Ketika berjihad
- Ketika dalam majlis zikir
**Rahsia memperoleh rezeki melimpah dan meledakkan bisnes akan dikongsikan dalam Seminar Keajaiban Rezeki pada 4 Jun 2016 ini. Sila ke www.rezeki.com.my
No comments:
Post a Comment